Research
APLIKASI10/21/20264 menit baca2 Komentar

NotebookLM: Teman Menyiapkan RPP dan Bank Soal

NotebookLM: Teman Menyiapkan RPP dan Bank Soal

Setiap kali mau menyusun RPP, bagian paling berat itu bukan mengetiknya. Bagian paling berat itu halaman kosongnya.

Kita sudah tahu mau mengajar apa. Materinya ada di kepala, contohnya sudah pernah dipakai di kelas. Tapi mengubah semua itu menjadi dokumen yang rapi — tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, asesmen, sampai lampiran soal — tetap butuh waktu dan energi. Apalagi kalau RPP-nya harus nyambung dengan Capaian Pembelajaran, sesuai kondisi kelas, dan soalnya juga harus disiapkan sekalian.

Belakangan ini, untuk pekerjaan itulah saya paling sering memakai NotebookLM.

Notebooklm Interface

Cara paling sederhana menjelaskannya: NotebookLM itu seperti buku catatan yang bisa diajak diskusi. Kita yang menentukan sumbernya. Kita unggah dokumen yang memang mau dipakai — misalnya CP, modul ajar lama, RPP sebelumnya, atau materi dari buku — lalu kita bertanya berdasarkan sumber-sumber itu. Jawabannya tidak mengarang ke mana-mana, karena ia bekerja dari apa yang kita berikan.

Untuk menyiapkan RPP, alur saya biasanya begini. Pertama, saya kumpulkan sumbernya dulu: CP yang relevan, garis besar materi, dan kalau ada, RPP lama yang pernah dipakai. Setelah itu saya minta NotebookLM membantu menyusun draf awal: merapikan tujuan pembelajaran, mengusulkan urutan kegiatan, dan mengecek apakah langkah-langkahnya sudah nyambung dengan tujuan tadi. Draf ini belum jadi RPP final. Justru di sinilah kerja guru dimulai: saya baca ulang, saya sesuaikan dengan kelas saya, saya ganti contoh yang kurang pas, dan saya buang bagian yang terasa terlalu umum.

Yang saya rasakan, NotebookLM paling membantu di tahap awal. Ia membuat kita tidak berangkat dari nol. Kita langsung punya bahan untuk dikoreksi, bukan halaman kosong untuk ditatap.

Pekerjaan kedua yang sering saya kerjakan dengan cara yang sama adalah merakit bank soal untuk RUAS, Ruang Asesmen. Setelah RPP-nya beres, soal biasanya jadi pekerjaan berikutnya yang menumpuk. Dengan NotebookLM, saya bisa meminta variasi soal dari materi yang sama: soal pemahaman konsep, soal penerapan, sampai soal yang menuntut siswa menguraikan langkahnya. Saya minta ia menyusun berdasarkan sumber yang sudah saya unggah, lalu saya periksa satu per satu — kunci jawabannya benar atau tidak, bahasanya sudah sesuai jenjang atau belum, dan tingkat kesulitannya sudah beragam atau masih menumpuk di level yang sama.

Soal-soal yang sudah lolos pemeriksaan itulah yang kemudian saya masukkan ke RUAS. Jadi alurnya nyambung: dari sumber yang sama, menjadi RPP, lalu menjadi bank soal, lalu menjadi asesmen yang bisa dipakai di kelas. Bukan tiga pekerjaan yang terpisah-pisah, melainkan satu alur persiapan yang sama.

Cara kerja ini yang saya bagikan di dua tempat. Pertama, di Workshop Penguatan Kompetensi Guru MTsN 3 Jember, saya membagikan cara memakai NotebookLM untuk menyiapkan perangkat ajar di tengah workshop tentang AI dan coding untuk guru.

Kemudian, di pertemuan MGMP Matematika SMK Kabupaten Lumajang pada 30 September lalu, saya mendemonstrasikan lagi cara yang sama: mulai dari login, menjelajahi fiturnya, mengunggah RPP, kuis, atau media, sampai mencoba menyusun RPP berbantuan AI dan membedah teknik prompt-nya.

Harapan saya sederhana: kalau guru tidak harus berjuang sendirian melawan halaman kosong, energinya bisa dipakai untuk hal yang lebih penting — memikirkan bagaimana siswa belajar, bukan hanya bagaimana dokumen selesai.

Tentu saja ada batasnya. NotebookLM tidak menggantikan pertimbangan guru. Ia tidak tahu suasana kelas kita, tidak tahu siswa mana yang perlu contoh tambahan, dan kadang jawabannya tetap perlu dikoreksi. Soal yang terlihat rapi belum tentu tepat mengukur tujuan pembelajaran. RPP yang bahasanya bagus belum tentu cocok untuk jam pelajaran kita. Karena itu, setiap keluaran dari AI tetap saya baca ulang sebagai guru, bukan diterima mentah-mentah. Teknologi membantu menyiapkan, tetapi keputusan akhir tetap di tangan guru.

Kalau ada rekan guru yang penasaran dan ingin mencoba, saran saya: mulai dari yang kecil. Ambil satu RPP yang memang sedang mau dibuat, atau satu set soal untuk satu topik. Unggah sumbernya, minta draf awal, lalu koreksi dengan pengetahuan Bapak/Ibu tentang kelas masing-masing. Jangan mengejar hasil sempurna di percobaan pertama. Yang penting, pekerjaan persiapan jadi lebih ringan — dan kita punya lebih banyak waktu untuk mengajar.

Gimana menurutmu? Sudah pernah coba NotebookLM untuk menyiapkan RPP atau bank soal? Kalau tulisan ini bermanfaat, boleh kasih reaksi dan bagikan ke medsos ya.

Kalau mau diskusi lebih jauh, cerita di kolom komentar — di blog ini komentar perlu login dulu, jadi silakan masuk dulu sebelum menulis. Jangan khawatir, saya baca semua komentar yang masuk kok. 😊

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Reaksi

Masuk untuk memberi reaksi

Bagikan tulisan

BAGIAN KOMENTAR (2)

Ingin ikut berdiskusi?

Masuk untuk Berkomentar

TIA THORIQ

10/22/2026, 12:52:47 PM

mashaallah...semangat terus pak guru

Feri Lee

10/24/2026, 7:23:34 AM

Siap, terima kasih bu ...