Research
Workshop9/25/20263 menit baca0 Komentar

Ketika Guru Mulai Bertanya: “Kalau AI Semakin Pintar, Lalu Guru Akan Menjadi Apa?"

Ketika Guru Mulai Bertanya: “Kalau AI Semakin Pintar, Lalu Guru Akan Menjadi Apa?"

Workshop Koding dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran — MTsN 3 Jember 25–26 September 2026

“Kalau AI semakin pintar, lalu guru akan menjadi apa?”

Pertanyaan itu saya gunakan untuk membuka workshop dua hari di MTsN 3 Jember.

Saya tidak ingin peserta langsung sibuk dengan berbagai aplikasi AI. Sebelum belajar menggunakan teknologi, saya ingin mengajak Bapak/Ibu guru melihat lebih dulu apa yang sebenarnya berubah dalam dunia pendidikan dan bagaimana peran guru di dalamnya.

Hari pertama kami berbicara tentang literasi digital, transformasi pembelajaran, AI Generatif, etika dan keamanan, hingga prompt engineering. Kami juga membahas RAG dengan analogi sederhana: AI yang kita berikan sumber terpercaya sebelum menjawab pertanyaan kita.

Satu pesan yang terus saya tekankan:

AI memberikan kemungkinan. Guru memberikan pertimbangan pedagogis.

AI memang bisa membuat banyak hal. Tetapi guru tetap yang menentukan apakah sesuatu itu sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakter siswa, dan konteks kelas.


Dari Pengguna Menjadi Pencipta

Hari kedua suasananya berubah.

Setelah memahami AI, peserta mulai diajak masuk ke AI Coding.

Saya sengaja mengajak mereka tidak memulai dari kode atau fitur yang keren, tetapi dari pertanyaan sederhana:

“Masalah apa yang saya temui dalam pembelajaran?”

Dari masalah itulah ide mulai bermunculan.

Peserta kemudian mencoba mengubah ide menjadi solusi digital menggunakan AI. Ada yang langsung berhasil, ada yang harus berkali-kali memperbaiki prompt, dan ada pula yang menemukan bahwa idenya perlu disederhanakan.

Justru proses mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba lagi itulah yang membuat sesi hari kedua terasa hidup.

Yang paling menggembirakan, peserta akhirnya menghasilkan karya inovasi mereka sendiri.

Bukan sekadar mengikuti contoh.

Bukan sekadar mencoba teknologi.

Tetapi membuat sesuatu yang berangkat dari masalah nyata yang mereka temukan dalam pembelajaran.


Ketika Ide Mulai Menjadi Karya

Melihat antusiasme peserta hari ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi saya.

Tujuan workshop ini bukan membuat semua guru menjadi programmer atau ahli AI dalam dua hari.

Jauh lebih sederhana dari itu.

Saya ingin peserta pulang dengan keyakinan:

“Saya punya masalah di kelas. Saya bisa mulai merancang solusinya.”

Dan hari ini, saya melihat keyakinan itu mulai tumbuh melalui karya-karya yang mereka hasilkan.

Ada karya yang sederhana, ada yang kreatif, dan tentu masih bisa dikembangkan. Tetapi semuanya memiliki satu hal yang sama: berangkat dari kebutuhan nyata dalam pembelajaran.

Bagi saya, itulah inti inovasi.


Dua Hari, Sebuah Awal

Terima kasih kepada keluarga besar MTsN 3 Jember dan seluruh peserta yang telah mengikuti workshop dengan begitu antusias.

Saya pulang dengan satu keyakinan yang semakin kuat:

Teknologi boleh semakin pintar. AI boleh semakin canggih. Tetapi pembelajaran tetap membutuhkan manusia yang memahami manusia.

AI membantu kita menciptakan kemungkinan.

Guru yang menentukan kemungkinan mana yang bermakna bagi siswa.

Dua hari telah selesai.

Tetapi mungkin, bagi Bapak/Ibu peserta, perjalanan menciptakan inovasi pembelajaran baru saja dimulai. 🚀

Lihat rekam jejak kegiatan ini di https://ferilee.gurumuda.eu.org/jejak/workshop-koding-dan-ai

Reaksi

Masuk untuk memberi reaksi

Bagikan tulisan

BAGIAN KOMENTAR (0)

Ingin ikut berdiskusi?

Masuk untuk Berkomentar

Jadilah yang pertama berkomentar!