Research
APLIKASI10/18/20265 menit baca6 Komentar

ArtCraft, Satu Suite Gratis yang Bikin Heboh

ArtCraft, Satu Suite Gratis yang Bikin Heboh

Beberapa hari terakhir ramai membicarakan ArtCraft. Awalnya saya kira ini satu aplikasi baru lagi. Ternyata yang viral itu satu suite — satu paket berisi banyak aplikasi — gratis dan open source.

ArtCraft Interface

Saya yang sehari-hari guru Matematika tapi juga suka ngoprek kode, langsung penasaran. Apa yang membuat satu proyek ini bisa mengumpulkan puluhan ribu stars di GitHub dalam waktu singkat?

Isinya apa saja?

ArtCraft bukan satu aplikasi pengganti, tapi satu pintu untuk banyak kebutuhan. Dari yang saya pelajari, lewat ArtCraft Launcher kita bisa membuka:

ArtCraft Suite

Untuk kerja kreatif: PhotoCraft untuk olah gambar, VectorCraft untuk vektor, FilmCraft untuk video, LightCraft untuk foto RAW, EffectCraft untuk animasi dan efek, DesignCraft untuk layout, PdfCraft untuk PDF.

Untuk kerja kantor: WordCraft untuk dokumen, GridCraft untuk spreadsheet, DeckCraft untuk presentasi.

Plus: FigCraft untuk desain antarmuka, CADCraft untuk gambar teknik, dan SoundCraft untuk audio.

Jadi kalau selama ini kita membayar satu langganan untuk Photoshop, satu lagi untuk Premiere, satu lagi untuk Word dan Excel, ArtCraft menawarkan semuanya dalam satu keluarga yang sama. Itu yang membuat beritanya viral.

Kenapa bisa viral?

Ada tiga alasan yang paling sering disebut.

Pertama, gratis dan open source, lisensi MIT / Apache-2.0. Kodenya bisa diunduh, dibaca, bahkan di-fork. Motonya: milik kita selamanya, tanpa langganan, tanpa perantara, tanpa sewa. Buat yang sudah lelah dengan subscription fatigue — bayar terus tapi tidak pernah benar-benar memiliki — ini terasa seperti angin segar.

Kedua, ringan. Penjelasan yang saya dapat dari tulisan Bang Hasan — yang dulu mengajari saya teknologi — membantu menjawab kenapa. Di tulisannya tentang ArtCraft, ia menjelaskan bahwa aplikasi-aplikasi ini dibangun sepenuhnya dengan Rust dan berjalan native, tanpa dibungkus Electron seperti kebanyakan aplikasi modern. Antarmukanya ringan dan mesin tampilannya langsung memanfaatkan GPU. Itu sebabnya waktu bukanya cepat dan pemakaian memorinya kecil.

Ketiga, ditulis dari nol dengan metode clean-room — mempelajari spesifikasi format publik dan perilaku dari luar, lalu menulis ulang logikanya — dengan kompatibilitas format yang dijaga. Misalnya PhotoCraft diklaim bisa membaca dan menyimpan .psd dengan kompatibilitas tinggi, WordCraft untuk .docx, GridCraft untuk .xlsx. Jadi pindah aplikasi tidak berarti membuang file lama kita.

Contoh untuk guru Matematika: satu materi, banyak aplikasi

Biar tidak abstrak, saya bayangkan begini untuk materi Barisan dan Deret Aritmetika kelas XI.

Soalnya klasik: gedung pertunjukan punya baris pertama 10 kursi, tiap baris berikutnya bertambah 4 kursi. Biasanya kita hanya menuliskan angkanya di papan.

Dengan suite ini, satu materi bisa diolah dengan beberapa aplikasi yang saling nyambung. Di GridCraft kita hitung polanya: 10, 14, 18, ... lalu tebak rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama. Di WordCraft kita susun LKPD-nya. Di PhotoCraft kita buat ilustrasi kursinya. Di DeckCraft kita buat slidenya. Di FilmCraft kita potong video pembelajarannya.

Bukan karena kita harus memakai semuanya, tapi karena kita tidak perlu pindah langganan dan pindah format untuk setiap langkah itu.

Saya coba FilmCraft: ringan dan fiturnya lengkap

Nah, untuk bagian ini saya tidak hanya membaca. Saya sudah mencoba FilmCraft, editor video di keluarga ArtCraft.

FilmArt

Kesan saya cukup memuaskan. Saya dulu sering bermain dengan video editor seperti Adobe Premiere, Sony Vegas, Shotcut, dan aplikasi NLE lainnya, jadi saya tidak asing dengan FilmCraft. Alur timeline, potong-sambung klip, dan pengaturan dasarnya terasa familiar. Yang paling terasa: aplikasinya ringan, tapi fiturnya lengkap.

Bang Hasan sendiri memakainya harian di Linux Mint, terutama WordCraft, GridCraft, dan PhotoCraft. Pengalaman saya dengan FilmCraft terasa nyambung dengan penjelasannya soal Rust native itu.

Lalu AI-nya?

Selain suite-nya, ArtCraft juga punya ArtCraft Studio, layanan AI gambar dan video. Bedanya dengan generator biasa: kita susun adegannya dulu secara visual — posisi karakter, sudut kamera, latar — baru model AI me-render-nya. Katalognya diklaim lebih dari 60 model. Generate di cloud-nya memakai kredit berbayar, atau bisa bawa compute sendiri.

Itu saja. Bukan itu yang membuat saya tertarik menulis ini. Yang membuat saya tertarik justru suite-nya: aplikasi sehari-hari yang gratis, ringan, dan bisa dimiliki.

Yang masih perlu diwaspadai

Seviral-viralnya, ArtCraft masih sangat baru. Bang Hasan pun mengingatkan hal yang sama: statusnya masih alpha awal, masih bisa ada bug atau crash, dan ekosistem plugin-nya belum sebesar Photoshop atau After Effects yang sudah 30 tahun. Jadi jangan dulu dijadikan patokan untuk pekerjaan yang harus 100 persen stabil.

Pada akhirnya pertanyaannya kembali seperti biasa: apakah aplikasi gratis ini membuat kerja kita lebih ringan dan pesan untuk murid lebih jelas, atau cuma menambah daftar aplikasi yang kita coba? Kalau yang pertama, ini layak dicoba. 😊

Gimana menurutmu? Sudah pernah coba salah satu aplikasi ArtCraft, atau masih betah dengan aplikasi lamamu? Kalau tulisan ini bermanfaat, boleh kasih reaksi dan bagikan ke medsos ya.

Kalau mau diskusi lebih jauh, cerita di kolom komentar — di blog ini komentar perlu login dulu, jadi silakan masuk dulu sebelum menulis. Jangan khawatir, saya baca semua komentar yang masuk kok. 😊

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Sumber: getartcraft.com, github.com/storytold/artcraft, getartcraft.com/pricing, dan tulisan Bang Hasan ArtCraft: Menantang Adobe dan Microsoft dengan Rust

Reaksi

Masuk untuk memberi reaksi

Bagikan tulisan

BAGIAN KOMENTAR (6)

Ingin ikut berdiskusi?

Masuk untuk Berkomentar

Triana Ardiani

10/18/2026, 2:22:14 PM

Mantap, guru. Kapan saya bisa jadi muridnya. Saya ingin melek IT pak.

Feri Lee

10/18/2026, 2:44:38 PM

Waduh, jangan jadi murid dong bu Triana. Gimana kalau jadi partner aja, hehehee

Aan Triono

10/18/2026, 2:12:18 PM

Mau juga nih mencobanya. Salam satu terminal.

Feri Lee

10/18/2026, 2:12:57 PM

kita sama-sama pedal pak (pendekar terminal) hehehee

Gunanto Zidan

10/18/2026, 2:09:30 PM

Mantab Pak

Feri Lee

10/18/2026, 2:13:12 PM

Terima kasih pak Gun